Hai. saya
gak akan panjang lebar buat nge ungkapin perasaan ini (lagi) ke kamu. kamu
mungkin gak bakal nyangka juga soal ini, atau memang kamu udah bisa baca gerak-gerik
saya soal perasaan ini. Ya, saya cinta kamu (lagi). Pasti kamu bertanya mengapa
hal ini bisa terjadi. Ya, hal ini terjadi setelah saya menyadari bahwa semua
hal yang telah saya lakukan itu bodoh. Saya sangat menyesal atas apa yang saya
lakukan. Karna telah meninggalkanmu. Meninggalkanmu untuk mendapatkan cinta
yang saya rasa “terbaik” ternyata salah. Kenyataannya, saya gak pernah bisa
mendapatkan cinta itu dan harus kehilangan orang yang mencintai saya mungkin
untuk selamanya. Tapi saya gak mau, saya harus merubah takdir itu, saya harus
kembali ke tempat yang membuat saya nyaman. Dimana lagi selain hatimu? Meskipun
kemungkinannya amatlah kecil, mengingat kamu juga memiliki orang lain yang kamu
cinta. Itu berarti saya harus menunggu orang yang saya cintai untuk kesekian
kalinya. Dan kembali menjadi seorang pengagum. Untuk yang kesikian kalinya
juga.
Sulit untuk menyangkal, tapi memang saya akui saya memang bodoh. Sangat
bodoh. Seandainya saya tak membiarkanmu pergi, mungkin ini semua gak bakal
terjadi, dan gak bakal ada penyesalan juga. Saya akui juga saya memang salah.
Salah karna telah memilih yang lain sedangkan saya tau cuma kamu yang terbaik.
Oiya, saya ingin minta maaf atas semua yang pernah dulu saya lakukan, seperti
membuat kamu sakit hati, membuat kamu menagis (?), semuanya yang gak pernah
kamu sangka sebelumnya, dan yang terbodoh “meninggalkanmu pergi”. Saya sadar
ini semua terlambat, dan gak bakal berarti juga. Tapi, saya cuma ingin kamu
tahu bahwa saya menyesal, dan saya cinta kamu (lagi). Meskipun saya sadar saya
bukan siapa-siapa kamu lagi, dan kamu juga memiliki seseorang yang kamu cinta.
ca